Tuesday, May 17, 2005
Balada Seorang Pemain Biola

Gesekan-gesekan halus yang mengalir lembut di tengah taman kota tiap jam makan siang, bagai kain sutra yang termahal didunia. Alunan lembut yang keluar dari alunan itu, serasa melodi yang benari-nari di depan mata pendengarnya. Sangat bertolak belakang dengan kehidupan setelah keluar dari taman itu, yah kehidupan keras yang mewarnai kota itu, sangat sangat berbeda dengan alunan musikus tua yang menggesekan biolanya dengan lembut dan dapat menenangkan jiwa yang mendengarkannya. Banyak orang memuji penampilannya, bahkan banyak orang pula memberikan uang, makanan, souvenir, tapi tak pernah ia terima. Pernah sekali musikus tua itu melantunkan gesekan yang keras, penuh tenaga, penuh kemarahan dan kesedihan yang mendalam sambir berputar-putar mengelilingi kolam di taman itu Setelah selesai menari-nari dengan biolanya, ia terduduk dan menangis, seseorang yang selalu ,berkunjung ke taman itu hanga untuk mendengar tarian biola dari musikus itu menghampiri, ternyata telah terbang seorang istri yang slalu menungguinya dikala dia memainkan tarian biolanya itu. Satu-satunya anak yang disayanginya pun pergi entah kemana, hanya dengan alasan ”malu“ untuk mengakui ayahnya yang slalu melakukan konser pada waktu makan siang tanpa dibayar. Sudah beberapa hari ini aku tak mendengar tarian itu lagi, entah kenapa pengunjung di taman itu pun perlahan mulai berkurang semenjak tak ada musikus tua itu. Kubeli Koran di seberang jalan, kumakan roti dan menunggu musikus tua, sambil menghilangkan kepenatan pekerjaan kubaca koran itu. Betapa kagetnya, melihat sebuah foto seorang bapak tua yang sedang tersenyum sambil tertidur untuk selama-lamanya di samping makan istrinya, dengan sandaran biola kesayangan dan sebuah penggesek di atas badan sambil meninggalkan sebuah surat yang sudah aga luntur terkena hujan semalam. Di dalam koran dituliskan isi surat Musikus tua itu sebagai berikut.
“Tertanggal 16 Maret 2004, untuk anakku yang entah berada dimana, papa tau perasanmu yang penuh dengan rasa malu, karena papa hanya bermain biola ditengah taman tanpa mau menerima sepeser uang ato barang pemberian dari orang lain. Memang kehidupan kita serba kekurangan, tapi ada yang lebih penting dari itu. Kamu tau kenapa mama selalu menunggui papa bermain di salah satu tempat duduk di taman itu ? tentu kamu belum paham nak. Apakah ditengah keadaan kita yang serba kekurangan, apa kau berpikir untuk menyenangkan hati orang-orang? Itu yang papa dan mama lakukan di taman itu. Kita boleh menderita, tapi orang lain yang berjuang keras untuk Negara ini, untuk kemajuan kota ini, dapat menjadi tenang setelah mendengar alunan biola tua dari Papa. Biarkan pikiran mereka yang sempat penat dapat menjadi tenang setelah mendengar tarian-tarian yang keluar dari biola ini. Sehingga kelak tidak ada perkelahian dalam Negara, sehingga kelak tidak ada lagi kehidupan serba kekurangan seperti kita. Dimanapun kamu berada, sekarang kamu pasti sudah tau alasan mengapa papa dan mama tidak malu untuk berdansa di tengah taman bersama biola tua. Tugas papa sudah selesai dan tak bisa lagi berdansa ditaman itu. Papa harap suatu saat ada yang melanjutkan langkah papa ini. Selamat tinggal anakku” TTD, Alexander,-

Kurang lebih 1 tahun berlalu, dan aku masih saja berkunjung ke taman itu untuk menghilangkan penat karena pekerjaan, sambil membawa Discman sebagai pengganti musikus tua itu. Hamper kutancapkan handfree di telinga terdengar Suara gesekan biola yang telah 3 minggu aku dengar di hari yang sama dimainkan mirip musikus tua itu, bertenaga, penuh kemarahan, penyesalan. Setelah selesai memainkan kuhampiri, beberapa body guard menghadang jalanku, sampai akhirnya orang itu mengijinkan untuk berbicara kepadanya. Ternyata dia anak dari musikus tua, setelah membaca surat kabar itu, dia langsung menangis selama berhari-hari sambil belajar memainkan biola milik ayahnya yang telah diambil dari kepolisian setempat. Setelah 6 bulan berlalu dia menjadi Superstar dengan menjuarai kejuaran biola international. Para juri terkagum-kagum melihat kemampuan gesekan yang menggelora yang berbeda dengan kontestan lain, semua unsur menjadi satu dalam sebuah lagunya. Ketika juri bertanya darimana belajar biola seperti itu? Dia hanya menjawab Cinta Papa dan mama, kontan membuat juri terdiam. 6 bulan berikut menyelesaikan Album, tour serta iklan. Dia meminta ijin pada rumah produksi untung mengadakan pertunjukan solo setiap hari Senin, guna mengenang jasa papa di taman itu. Dan pihak rumah produksi setuju, dengan syarat disediakan tempat penjualan kaset dan CD nya di tempat itu. Dan pada hari pertunjukan dimulai, mendapat sambutan dari pengunjung taman itu. Seringkali aku lihat musikus muda itu menari dengan biolanya disertai tetesan air mata diiringi tanda penyesalan yang sangat-sangat mendalam, dan setiap pertunjukannya penjualan Cd dan casete di taman itu slalu diatas 200 biji, Suatu hal yang mustahil, hanya melantunkan beberapa lagu, dapat menjual 200 keping cd dan casete.
Setiap pertunjukan selalu ada spanduk beserta foto bertuliskan “untuk Papa dan mama, cita-citamu telah tercapai, aku disini untuk menggantikanmu”.
  |
Balada Seorang Pemain Biola

Gesekan-gesekan halus yang mengalir lembut di tengah taman kota tiap jam makan siang, bagai kain sutra yang termahal didunia. Alunan lembut yang keluar dari alunan itu, serasa melodi yang benari-nari di depan mata pendengarnya. Sangat bertolak belakang dengan kehidupan setelah keluar dari taman itu, yah kehidupan keras yang mewarnai kota itu, sangat sangat berbeda dengan alunan musikus tua yang menggesekan biolanya dengan lembut dan dapat menenangkan jiwa yang mendengarkannya. Banyak orang memuji penampilannya, bahkan banyak orang pula memberikan uang, makanan, souvenir, tapi tak pernah ia terima. Pernah sekali musikus tua itu melantunkan gesekan yang keras, penuh tenaga, penuh kemarahan dan kesedihan yang mendalam sambir berputar-putar mengelilingi kolam di taman itu Setelah selesai menari-nari dengan biolanya, ia terduduk dan menangis, seseorang yang selalu ,berkunjung ke taman itu hanga untuk mendengar tarian biola dari musikus itu menghampiri, ternyata telah terbang seorang istri yang slalu menungguinya dikala dia memainkan tarian biolanya itu. Satu-satunya anak yang disayanginya pun pergi entah kemana, hanya dengan alasan ”malu“ untuk mengakui ayahnya yang slalu melakukan konser pada waktu makan siang tanpa dibayar. Sudah beberapa hari ini aku tak mendengar tarian itu lagi, entah kenapa pengunjung di taman itu pun perlahan mulai berkurang semenjak tak ada musikus tua itu. Kubeli Koran di seberang jalan, kumakan roti dan menunggu musikus tua, sambil menghilangkan kepenatan pekerjaan kubaca koran itu. Betapa kagetnya, melihat sebuah foto seorang bapak tua yang sedang tersenyum sambil tertidur untuk selama-lamanya di samping makan istrinya, dengan sandaran biola kesayangan dan sebuah penggesek di atas badan sambil meninggalkan sebuah surat yang sudah aga luntur terkena hujan semalam. Di dalam koran dituliskan isi surat Musikus tua itu sebagai berikut.
“Tertanggal 16 Maret 2004, untuk anakku yang entah berada dimana, papa tau perasanmu yang penuh dengan rasa malu, karena papa hanya bermain biola ditengah taman tanpa mau menerima sepeser uang ato barang pemberian dari orang lain. Memang kehidupan kita serba kekurangan, tapi ada yang lebih penting dari itu. Kamu tau kenapa mama selalu menunggui papa bermain di salah satu tempat duduk di taman itu ? tentu kamu belum paham nak. Apakah ditengah keadaan kita yang serba kekurangan, apa kau berpikir untuk menyenangkan hati orang-orang? Itu yang papa dan mama lakukan di taman itu. Kita boleh menderita, tapi orang lain yang berjuang keras untuk Negara ini, untuk kemajuan kota ini, dapat menjadi tenang setelah mendengar alunan biola tua dari Papa. Biarkan pikiran mereka yang sempat penat dapat menjadi tenang setelah mendengar tarian-tarian yang keluar dari biola ini. Sehingga kelak tidak ada perkelahian dalam Negara, sehingga kelak tidak ada lagi kehidupan serba kekurangan seperti kita. Dimanapun kamu berada, sekarang kamu pasti sudah tau alasan mengapa papa dan mama tidak malu untuk berdansa di tengah taman bersama biola tua. Tugas papa sudah selesai dan tak bisa lagi berdansa ditaman itu. Papa harap suatu saat ada yang melanjutkan langkah papa ini. Selamat tinggal anakku” TTD, Alexander,-

Kurang lebih 1 tahun berlalu, dan aku masih saja berkunjung ke taman itu untuk menghilangkan penat karena pekerjaan, sambil membawa Discman sebagai pengganti musikus tua itu. Hamper kutancapkan handfree di telinga terdengar Suara gesekan biola yang telah 3 minggu aku dengar di hari yang sama dimainkan mirip musikus tua itu, bertenaga, penuh kemarahan, penyesalan. Setelah selesai memainkan kuhampiri, beberapa body guard menghadang jalanku, sampai akhirnya orang itu mengijinkan untuk berbicara kepadanya. Ternyata dia anak dari musikus tua, setelah membaca surat kabar itu, dia langsung menangis selama berhari-hari sambil belajar memainkan biola milik ayahnya yang telah diambil dari kepolisian setempat. Setelah 6 bulan berlalu dia menjadi Superstar dengan menjuarai kejuaran biola international. Para juri terkagum-kagum melihat kemampuan gesekan yang menggelora yang berbeda dengan kontestan lain, semua unsur menjadi satu dalam sebuah lagunya. Ketika juri bertanya darimana belajar biola seperti itu? Dia hanya menjawab Cinta Papa dan mama, kontan membuat juri terdiam. 6 bulan berikut menyelesaikan Album, tour serta iklan. Dia meminta ijin pada rumah produksi untung mengadakan pertunjukan solo setiap hari Senin, guna mengenang jasa papa di taman itu. Dan pihak rumah produksi setuju, dengan syarat disediakan tempat penjualan kaset dan CD nya di tempat itu. Dan pada hari pertunjukan dimulai, mendapat sambutan dari pengunjung taman itu. Seringkali aku lihat musikus muda itu menari dengan biolanya disertai tetesan air mata diiringi tanda penyesalan yang sangat-sangat mendalam, dan setiap pertunjukannya penjualan Cd dan casete di taman itu slalu diatas 200 biji, Suatu hal yang mustahil, hanya melantunkan beberapa lagu, dapat menjual 200 keping cd dan casete.
Setiap pertunjukan selalu ada spanduk beserta foto bertuliskan “untuk Papa dan mama, cita-citamu telah tercapai, aku disini untuk menggantikanmu”.
  |
Monday, May 09, 2005
JaNJi PoST FuTSaL DoLO -,-!

ini baru diposting Pas aku jadi Event Organizer Futsal disalatiga ama, pas ikut lomba Futsal di semarang......
1. ini para crew di salatiga, keliatan mukaku pas ngantuk kurang tidur :((
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/crewsalatiga.jpg
2. ini pas acara udah selesai, Full crew
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/salatiga.jpg
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/sala3.jpg
3. ini GOR YADORA tampak di luar
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/luarGOR.jpg
4.ini GOR YADORA tampak dari dalam. tempat biasa latihan
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/tribun.jpg
5. ini pas final, yg poto dudut jadi burem gitu :(( *me no 2 dari kanan*
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/final.jpg
6. ini pas perempat final, aku mo ambil penalty *yang nama coba?* :p
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/ambilpenalty.jpg
7. ini SPG di semarang
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/SPG.jpg
8. ini My team yang juara ama runner Up
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/potobareng.jpg
9. ini semifinal lawan USM *aku dimanaoba?* hahah
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/whereisme.jpg
10. ini top score, temen aku suroto *hasil rekayasa, soalnya dua2nya team yg masuk final semuanya My team hihihihi*
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/TopScore.jpg
11. yang terakhir ini photo setelah pertandingan selesai...
http://img.photobucket.com/albums/v86/ariyawan/SetelahFinal.jpg

Lah itu janji yg udah lama, tapi baru terealisasikan sekarang. maap maap ...
HUuaaaaaaaaaaaa............. kangen kangen kangen kangen ... hiks hiks
udah ahh mo kerja, daripada maen internet bikin kangen..... nti ke kampus siang, mo ketemu dosen :)) ciaoooooo GbU
  |
Saturday, May 07, 2005
BeJo

Bejo!! Nama yang diberikan oleh orang tuanya. Sebagai bapak yang hanya pedagang sayur keliling, dan ibu seorang penjual nasi kucing di depan komplek lokalisasi. Mereka berharap dengan memberikan nama Bejo pada anaknya, nasibnya dapat lebih beruntung dari mereka. Tapi apa mau dikata saat umur bejo masih 6 tahun, bapaknya mati tertabrak bus saat menyeberang jalan. 2 tahun kemudian ibunya diseret ke bui setelah kedapatan menjual miras dan tak sanggup membayar tebusan. Tinggalah bejo sendiri, tak ada sanak saudara yang mau menampungnya. Akhirnya bejo ditarik oleh preman kampong dan berkelana dari satu lampu merah di jalan satu ke lampu merah ke jalan lainnya.Bejo merasa senang dapat mencukupi hidupnya, bahkan tiap 2 minggu sekali selalu mengunjungi ibunya dan bercerita tentang dia dapat menghidupi dirinya, dan berjanji pada ibunya untuk menabung, sehingga uang tabungan bejo dapat digunakan oleh ibunya untuk berdagang. 3 bulan berlalu. Tiba saat Bejo mengunjungi Ibunya. Sesampai di Bui, Bejo dipanggil oleh Kepala Bui dan mengatakan bahwa ibunya telah meninggal tadi pagi karena terserang jantung. Bejo hanya terdiam, tidak menangis, ucapan terima kasih disertai senyum dilontarkan Bejo kepada Kepala Bui. Bejo memberikan seluruh uang yang dihasilkan melalui keringatnya dan memberikan Kepada Kepala Bui dan berpesan agar jasad ibunya dapat dimakamkan dengan layak, jika uang itu masih kurang, saya akan mencicil tiap minggunya”pesan bejo. Si Kepala Bui hanya terdiam melihat Bejo berjalan keluar menyusuri lorong bui dan kembali ke kehidupan yang keras.

Bejo hanya duduk terdiam, melamun, di perempatan ujung jalan selama beberapa hari. Preman kampung itu marah melihat Bejo yang tidak bekerja sesuai keinginannya.
“Kenapa kau tidak ngamen? “Tanya preman kampung.
Bejo hanya menatap wajah preman kampung itu tanpa bersuara apa-apa. Kesabaran Preman itu habis, dan Bejo pun dipukul sambil dimaki-maki.
“Pemalas,kerjaannya hanya makan, tidur saja, percuma saya beri kamu makan tiap hari jika tak beri setoran kesaya.BuKSz**berkali-kali kepalan tangan preman kampung itu mendarat mulus di wajah yang lugu itu. 2 hari berlalu, Bejo masih duduk diperempatan ujung jalan itu tanpa makan dan sesekali temannya memberikan es teh untuk Bejo. Terlihat dari wajah Bejo yang kusut, semakin kurus, dan pucat. Selang beberapa menit, datanglah preman kampung itu menghampiri Bejo.
“HEH!!! BEJO!!!*sambil menarik kaos Bejo* Jika kamu ga mau ngamen, pergi dari mukaku sekarang!!!BuKs BukS BuksZ” Berkali-kali pukulan telak dari preman kampung itu mendarat di wajah dan badannya. Bejo terdiam dan hanya menatap preman kampung itu dengan tatapan tajam dan membara akan kebencian hidup.
“Bangsat!! Mau nantang? Liat-liat gitu” hardik preman kampung.
Tiba-tiba Bejo mengeluarkan pisau dari belakang badannya dan *JLePz* tusukan yang tepat di ulu hatinya. Preman itu mengerang kesakitan. Bejo terus menyabit-nyabitkan pisau itu ke muka dan badan dari preman yang sudah meminta ampun sambil teriak-teriak. Teman-teman Bejo yang juga anak buah preman kampung itu hanya berteriak. Lalu lalang kendaraan yang berada disana langsung menyingkir dari lampu lalu-lintas itu. Beberapa menit kemudian rombongan polisi datang membawa pistol ditangan menghampiri Bejo. Preman itu sudah sekarat dan tak bergerak, Bejo melihat rombongan polisi itu sambil tersenyum, para polisi hanya bisa melihat dengan penuh kebingungan, apa yang akan dilakukan oleh bocah ingusan yang memegang pisau penuh darah itu. Bejo mendekat ke polisi sambil membawa pisau, tersenyum dan menusuk dirinya sendiri beberapa kali sampai akhirnya roboh ke dada polisi itu dan berbisik ”Aku mau menyusul Ibu dan Bapak” disertai hempusan terakhir dari Bejo.

Bejo, sebuah nama yang tidak seberuntung hidupnya.

Bejo = beruntung {dalam bahasa jawa}



NB : Maaf jika ada kemiripan cerita, nama atau yang lainnya.
  |
Friday, May 06, 2005
05-05-2005

Wow!!! Keren yah tanggalnya….. yah itu hari kemaren… apa siy yang special di tanggal, bulan, dan tahun itu? Apa kau percaya jika aku bilang “ Someone Like Me? “ ohhhh maiiii gooottt ….. pasti banyak yang gaQ percaya..apalagi Tuteh ama Phie .. para sister ku yang dudut, tidak berperikemanusiaan, dan hanya berperikemakanan *emang ada?* ihihiihih…. Kalo kegiatan sist Tuteh yang idup di ende, Flores, blom banyak yang berubah, hanya tambah banyak aja kegiatan, dari Op, MC, dikepret pake tasbih ama Mama Tua *kabor*, dan satu pesan “T’ BISAA!!!, sedang kakandaku yang bernama Phie yang idup di jogjakarta… sekarang mulai belajar jadi cewek hahahaha *LoLs* udah lama ga tau kabarnya, I miss him ato her yah ? *binun pake basa inglis neh, apalagi germany yah* ihihihihh *ada yg senyum tuh* ihihih.. kalo kakanda Phie baca ini, kerem sms ato kalo ada waktu epon yah…ga ada temen damprat-mendamprat niyy, mungkin aku ke jogja nya bisa batal, mau nabung buat ke Germany niyy ehh ke Surabaya hahahah, kalo ke germany sampe kapan tuh nabungnya ihihihih…..bek tu de topik… tanggal 05-05-2005 … somwan lek mii … Yeahhh … ai lek yuu tuuu…. Jam 15.15 wib atau disana jam 10.15 wgd *waktu germany dunk* hahahhaha…. gaQ tau aku mo bilang apa, tapi aku bener2 seneng banget…. Minta doa dari temen2 yang baca postinganku. Jangan lupa kritik dan saran, Sekarang aku rajin posting loh *lirik SHOFA* hahahahhaha ……… Buat someone yang jauhh disono yang sekarang gi BBQ, jangan banyak-banyak makan, nti pipinya jadi bakpao, kalo ketemu bisa tak aniaya itu pipi :p hihihih en alwaez luphin mi……. thxz GoD… Berilah jalan kepada kami supaya selalu bersama selamanya.AMiEN.
GbU ALL
  |
Thursday, May 05, 2005
Penulis Bodoh Menulis Tentang Pacaran Jarak Jauh.

Seringkali aku baca artikel tentang berhubungan atau pacaran jarak jauh. Tips dan Trik menarik disodorkan dari beberapa penerbit terkemuka untuk semua orang yang sedang menjalin kasih melewati luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri supaya hubungan mereka dapat berjalan mulus, seperti yang diharapkan. Tapi apakah segampang membalikkan telapak tangan pacaran jarak jauh itu? Apakah segampang kita mengikuti Tips dan Trik? jawabku TIDAK!!! *menurutku*. Kenapa tidak? ingat setiap manusia diciptakan berbeda, baik itu sifat dan perilakunya. Jujur akupun tak tahu harus bagaimana, energi kenangan masa lampau yang membuatku takut untuk maju berperang menghadapi musuh yang bernama jarak itu. Sebuah pengorbanan yang aku berikan kepadanya, hanya dihargai dengan mendua. Aku tak pernah minta apapun darinya, yang aku minta hanya rasa sayang, percaya dan setia. Dia juga sayang *sayang dengan pacar satunya juga*, percaya*percaya dengan pacar laennya*, setia*sudah tentu setia, tapi setia dengan banyak orang*. Aku menyesalkah? Kujawab Tidak!! hanya kecewa yang tertanam disini, tak ada dendam sedikitpun untuknya, dan hanya meninggalkan rasa takut dengan mahkluk yang bernama jarak itu. Masih ingin berhubungan jarak jauh? Kujawab IYA!!! Aku masih mau, jika ada orang yang tepat untuk menematiku sampai dikemudian hari. Aku masih dapat memberikan rasa sayang yang tulus, rasa percaya, setia, tapi satu pintaku janganlah lukai aku lagi, TIDAK lagi, SUDAH cukup. Lelah hati ini menahan rasa itu, sungguh-sungguh aku telah lelah. Takutkah kau? YAH!!! aku takut, sangat-sangat takut. Aku takut kehilangan orang yang aku sayangi. Walau "kau" sampai ke negara tempat kita belajar membuat pesawat bukan berarti “kau” hanya menerima, tapi kau juga harus ingat "kau" juga mengimport tembakau "dariku". Bermuluk-mulukkah kata-katamu itu? Mungkin!!! tapi aku berusaha menerapkan beberapa Tips & Trik dari beberapa terbitan tabloit atau koran "sampah" itu. Yah.... itu adalah setia, percaya, sayangilah aku apa adanya, dan ingatlah tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, berusahalah kita mengisi satu sama lain, walaupun hujan kerikil dan badai sering menerjang, tapi janganlah ragu, semua pasti dapat berlalu bila kita tetap saling percaya.

Apakah ada kritik dan saran yang dapat membantu penulis bodoh ini ?
Kirim ke email atau Friendster ataupun shoutbox.
Kritik dan saran anda sangat membantuku ,bahkan mungkin membantu orang lain. Terima Kasih.

GbU
  |
Tuesday, May 03, 2005
Apa sih itu cinta ?
Banyak orang yang mencari itu cinta, banyak orang memuja itu cinta, walaupun orang itu tak tahu apa artinya cinta. Banyak orang yang menjadi korban "cinta". Banyak orang yang mengorbankan dirinya untuk cinta. Lihat saja cerita2 dari jaman dahulu seperti romeo&juliet sampai film2 remaja yang beredar saat ini, mereka memperjuangkan cinta mereka sampai titik darah penghabisan. Lagu2 yang sedang hit saat ini pun mengalir deras ke tangan pembeli karena mereka bertema cinta. Yah mungkin dengan membeli itu dapat menyamakan dengan nasibnya yang mirip atau bahkan sama dengan yang dialami pembeli itu. Bahkan kadangpun kita mengalaminya, dengan mencari lirik di internet atau membeli buku. Bukan karena kita hanya ingin menghafal dan menyanyikan lagu itu, tapi juga menghayati isi dari lagu itu, Dan dari dalam hati berkata inilah lagu yang sama dengan hatiku saat ini. Bernyanyilah, bernyanyilah dan bernyanyilah, keluarkan isi dihati, menangislah jika ingin menangis, janganlah kau pendam, marahlah jika itu bisa membuatmu lega, berteriaklah jika itu bisa membuat kamu bisa lepas dari rasa itu, walaupun hanya sesaat, paling tidak ada beberapa detik yang bisa membuatmu lebih tenang dari detik2 sebelumnya. So? Apakah penulis tau artinya "CINTA" ?
TIDAK. Yang aku tahu hanya mempertahankan dan terus memupuk rasa yang ada di hati untuk seseorang yang aku sayang, walaupun dengan tindakanku ini aku sering dikecewakan, tapi aku yakin aku pasti dapat yang terbaik dari tindakanku ini. Yah aku yakin. Dan saat ini pun aku sedang berusaha memupuk rasa itu, walaupun dia belum jadi milikku. Aku percaya kau pun tau aku begini.
GbU
  |
My Self
Male, Semarang - Indonesia, Like Musik [MaNDaRin SoNGs,R&B,HiP HoP,JaPaN&KoReA SoNGs,WesT SoNG]
Shoutbox
Yang Lalu
Arsip
My Friends
Affiliates
15n41n1